Universitas Panji Sakti - Buleleng | Jl. Bisma No. 22 Singaraja Bali | info@unipas.ac.id | (0362) 23 588
HomeBerita UtamaGiat Relawan PMI di Masa Pandemi Covid-19

Giat Relawan PMI di Masa Pandemi Covid-19

RRI

Giat Relawan PMI di Masa Pandemi Covid-19

Kegiatan Dialog Interaktif Lintas Singaraja Pagi disiarkan secara langsung di Studio Pro I RRI Singaraja, Senin, 22 Pebruari 2021, Pukul 10.00 wita. Dengan narasumber: Dr. Gede Sandiasa, S.Sos, M.Si (Sekretaris PMI Kabupaten Buleleng dan Juga Dekan FISIP UNIPAS) dan Made Pasek Yasa, S.Sos (Kepala Markas PMI Kabupaten Buleleng)

Dalam kondisi yang darurat, seperti bencana alam, wabah penyakit maupun dalam upaya penanganan pandemi covid-19, peran relawan menjadi sangat penting. Oleh sebab itu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memupuk jiwa relawan, serta meningkatkan kualitas relawan menjadi sangat penting. Untuk menjadi relawan dihati masyarakat sudah sangat memiliki modal untuk menjadi relawan, yaitu jiwa menolong, gotong royong dan kekeluargaan. Namun dalam pengaplikasiannya sering menjadi kendala manakala sudah terbentuk pada hak dan kewajiban, maupun wewenang dan tanggungjawab. Kalau melihat undang-undang kebencanaan pasal 27, menyebutkan setiap orang berkewajiban : a) menjaga kehidupan sosial masyarakat yang harmonis,memelihara keseimbangan, keserasian, keselarasan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup; b). melakukan kegiatan penanggulangan bencana; dan c). memberikan informasi yang benar kepada publik tentangpenanggulangan bencana. Karena itu penting meningkatkan kesadaran dan berlatih diri untuk menjadi relawan yang benar dan berkaualitas, sesuai dengan kemampun dan lokasi dimana relawan itu berada. Banyak hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Melaksanakan edukasi dan memberikan tauladan di masyarakat dalam berbagai kegiatan seperti: menjaga kebersihan lingkungan, atau membersihkan sampah, memilah sampah, pelestarian trumbu karang, mentaati ptotokol kesehatan;
  • Membuat poster, pamplet dalam bentuk himbauan positif yang diunggah dalam media sosial, seperti ajakan mengikuti protokol kesehatan, ajakan hidup sehat dan bersih, himbauan menjaga keamanan lingkungan, menggalang penghimpunan dana bantuan dst.
  • Menjadi relawan peliput bencana dan kegiatan penanggulangan bencana, yang bisa dipublikasikan melalui radio, TV atau sosial media, yang isinya membantu tugas pemerintah atau memperlancar tugas-tugas kemanusiaan;
  • Memberikan bantuan dan uluran tangan pada yang membutuhkan, baik berupa pemikiran, tenaga dan material, sandang pangan, maupun penampungan
  • Memberikan informasi yang benar tentang suatu kejadian bencana, kebakaran, kecelakaan kepada pihak-pihak terkait
  • Membantu dan menolong kecelakaan dijalan raya, dengan mengatur lalu lintas, menghubungi ambulance, memberikan perawatan ringan, atau tranportasi (pengangkutan korban) ke rumah sakit
  • ikut aktif dalam kegiatan pelatihan seperti penanggulangan bencana, pelatihan kerja, pelatihan industri rumah tangga, baik sebagai peserta maupun sebagai pelatih, dalam rangka menciptakan kemampuan kerja dan ekonomi masyarakat;
  • Terlibat aktif dalam kegiatan posyandu dan promosi kesehatan masyarakat, baik sebagai kader maupun maupun sebagai relawan yang dapat membantu tugas-tugas pemerintah dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat;
  • Menjadi tenaga pengajar (tutorial) Usia dini atau Sekolah dasar secara sukarela, untuk meningkatkan kemampun belajar, melek hurup masyarakat terutama bagi anak-anak putus sekolah;
  • Menjadi anggota donor darah sukarela, yang dapat membantu ketersediaan darah di PMI, untuk dapat membantu masyarakat yang membutuhkan;
  • Menjadi anggota relawan terlatih di tingkat Desa melalui pembentukan Sistem Penanggulangan bencana tingkat desa (SIBAT), relawan Kabupaten dengan bergabung di PMI, Satgana Kabupaten;
  • Menjadi sponsor kegiatan PMI, kegiatan kemanusiaan lainnya, dan sponsor atau memberikan kesempatan pelatihan bagi pencar kerja pada intansi atau usaha kerja masyarakat, dalam rangka membantu kemampuan masyarakat untuk bekerja;
  • Menyalurkan dana (Punia), melalui dompet peduli yang diselenggarakan oleh pihak yang berwenang, seperti yang direkoemdasikan pemerintah melalui radio, televisi, Bulan dana PMI dan lembaga sosial lainnya;
  • Menjadi relawan dalam dalam rangka menjaga kebersihan tempat-tempat suci
  • Menjadi relawan dengan bergabung pada Satgas Covid-19 yang ada di desa-desa adat dan mendorong kegiatan penanggulangan pandemi covid 19 ditingkat desa;
  • Ikut terlibat aktif dalam mendorong kegiatan-kegiatan di masyarakat berkaitan dengan pembangunan desa; seperti kegiatan gotong royong, menumbuhkembangkan kesetiakawanan sosial
  • dll yang dapat dilakukan sesuai kemampuan masyarakat serta tidak banyak menyita waktu dan dapat dilakukan secara sederhana, sesuai dengan bidang-bidang yang digeluti para relawan.

Mari kita bersatu dan bergandeng tangan untuk dapat meringankan penderitaan sesama, sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, dan meningkatkan srada bhakti kita kepada Tuhan Hyang Maha Esa dalam wujud meringankan tugas kemanusiaan dan mengurangi penderitaan mahluk ciptaanNya. Semoga amal ibadah kita dapat dijadikan jalan penebusan karma dari setiap insan relawan, sehingga dalam kehidupannya selalu dimudahkan dan senantiasa mendapatkan kesehatan dan kebahagiaan.

Share With: