Universitas Panji Sakti - Buleleng | Jl. Bisma No. 22 Singaraja Bali | info@unipas.ac.id | (0362) 23 588
HomeAgendaKeselamatan Relawan dalam operasional Tanggap Darurat Bencana (TDB) Covid 19

Keselamatan Relawan dalam operasional Tanggap Darurat Bencana (TDB) Covid 19

PMI

Keselamatan Relawan dalam operasional Tanggap Darurat Bencana (TDB) Covid 19

Bencana merupakan sesuatu yang tidak dapat diduga, kapan terjadinya dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, baik secara sosial, ekonomi, politik maupun kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu kemampuan individu masyarakat dalam menghadapi bencana harus senantiasa ditingkatkan dan membuka pemikiran masyarakat sebagai individu maupun kelompok untuk selalu membangun solidaritas sosial dan kepekaan terhadap lingkungan terutama hazard bencana, baik bencana karena ulah manusia, maupun karena alam, yang ke depan semakin sulit dipridiksi. Kesiapsiagaan bencana perlu ditumbuhkembangkan di masyarakat, dengan selalu melakukan sosialisasi dan edukasi, tentang potensi bencana yang ada di sekitar masyarakat. disamping itu pengetahuan dan ketrampilan apa yang harus dikuasai masyarakat tatkala bencana, baik persiapan fisik pribadi, TIM atau kelompok masyarakat, logistik, sosial kemasyarakatan, dan pemulihan dibidang sosial ekonomi masyarakat. Tumbuh kembangnya relawan dikalangan masyarakat, juga perlu diapresiasi dan diberikan bekal pengetahuan yang cukup  bagi relawan yang akan bergerak dan dimobiliasasi pada suatu bencana. Sebagaiman halnya upaya pencegahan dan penanggulangan covid 19, di mana setiap komponen yang bergerak belum memahami betul hal-hal berkaitan dengan Virus Corona atau bencana covid 19. Oleh sebab itu hendaknya setiap relawan mempersiapkan diri dan melindungi diri, serta keluarga dan masyarakat dengan protokol yang sudah disiapkan oleh otoritas maupun pengalaman negara-negara yang telah melewati masa kritis covid 19. Setiap anggota masyarakat hendaknya menjadi relawan bagi dirinya, dan keluarganya, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, dalam upaya mencegah perkembangan covid 19, setiap komponen masyarakat harus rela dan senang hati melakukan:

  1. Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh bagian muka atau telah menyentuh barang-barang terutama yang ada di ruang publik
  2. Tetap tinggal di rumah apabila tidak kepentingan kerja atau hal-hal yang sangat penting;
  3. Harus rela dan suka hati membersihkan badan apabila datang dari bepergian, sebelum melakukan aktivitas lain dirumah;
  4. Selalu memakai masker apabila berada diruang publik
  5. Menjaga jarak dan tidak berada dalam kerumunan atau membuat kerumunan, baik alasan rapat, upacara keagamaan dll.
  6. Memberi motivasi dan saling mengingatkan sesama untuk tetap sesuai dengan protokol kesehatan
  7. Dapat menerima setiap orang yang dinyatakan reaktif atau positif secara sosial  dan tetap sesuai protokol kesehatan, supaya tidak menimbulkan kepanikan

Bagi Relawan PMI telah dibekali Panduan Keselamatan (Safer Access) adalah elemen-elemen penting untuk Perhimpunan Nasional dalam melakukan tindakan di mana mereka bisa meningkatkan keselamatan dan membuka akses untuk bekerja guna memberi bantuan kemanusiaan kepada penerima bantuan sesuai dengan mandat yang telah diberikan. Terdapat 7 (tujuh) hal yang harus dipersiapkan dan ditaati oleh para relawan PMI, yang juga bisa menjadi acuan bagi relawan lainnya, yaitu

  1. Penerimaan terhadap organisasi, jika relawan bekerja atas nama organisasi maka harus diketahui bahwa organisasi tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat atau di daerah bencana, oleh sebab itu upaya sosialisasi dan edukasi tentang keberadaan organisasi harus terus menerus dilakukan baik sebelum bencana, saat bencana maupun pasca bencana;
  2. Penerimaan individu, perilaku individu dalam organisasi haruslah baik dan mampu diterima oleh masyarakat tempat mereka melakukan tugas. oleh sebab itu setiap individu harus selalu menjunjung norma dan aturan yang berlaku di masyarakat, mengenal kemampuan diri sendiri agar tidak kacau dalam melaksanakan tugas yang dapat menambah keraguan bagi penerima bantuan; mampu beradaptasi dengan lingkungan; mematuhi aturan dan norma setempat; menerapkan prinsip-prinsip pemberian bantuan (misalnya tepat waktu, tepat sasaran, tepat asas, dll) atau prinsip-prinsip gerakan Palang Merah bagi Relawan PMI; memiliki etika dan moral dan gaya hidup sehat; serta menunjukkan rasa tanggungjawab dan solidaritas sosial
  3. Identifikasi : relawan senantiasa memperkenalkan diri, sedapat mungkin memakai kartu identitas, lambang PMI jika relawan PMI, dilengkapi surat tugas, dan bantuan yang diberikan diberi identitas penerima, dan pemberi secara jelas, menggunakan kartu distrisbusi dll
  4. Komunikasi internal. Dalam organisasi garis koordinasi dan komunikasi harus tegas dan jelas, cepat serta tepat, berlangsung secara simultan, untuk memastikan setiap gerakan dan tugas penuh tanggungjawab, baik secara pribadi maupun organisasi;
  5. Komunikasi ekternal, dalam keadaan bencana kadang komunikasi sangat terbuka tanpa batas, hal ini bisa membahayakan diri relawan maupun masyarakat korban bencana, bahkan bisa menimbulkan keresahan dan bahkan kerusuhan sosial. Etika berkomunikasi harus dijaga agar tidak menimbulkan dampak bagi keselamatan relawan maupun masyarakat lainnya, yang boleh dikomunikasi oleh relawan adalah apa yang dikerjakan, bukan pendapat atau apa yang dirasakan, terkait hal lain berkenaan informasi rahasia, keselamatan biarkan otoritas resmi dan berwenang  yang menyampaikan kepada publik.
  6. Aturan Keselamatan: relawan memahami resiko terhadap keselamatan dalam bertugas, sehingga relawan harus taat terhadap berbagai panduan keselamatan dan aturan penyelenggaraan kegiatan tanggap bencana; agar menjamin keselamatan dan keamanan, relawan diwajibkan memiliki perencanaan yang matang dalam operasi tanggap bencana, baik dari sisi logistik, panduan kegiatan, anggaran, peralatan kesehatan, dapur umum dll; selalu memahami dan mematuhi SOP yang telah dibuat dan ditetapkan organisasi; segala peralatan dan kendaraan operasional harus standar dan menggunakan identitas operasional bencana, baik organisasi PMI, kelompok relawan dan dari unsur swasta.
  7. Tindakan Perlindungan . Setiap relawan harus memahami secara baik akan resiko yang akan dihadapi (mis. keselamatan jiwa, kesehatan, ekonomi, sosial bahkan politik), oleh sebab itu relawan harus menyiapkan diri secara mental dan fisik, melalui latihan penanggulangan bencana, fisik, kesehatan mental dan emosi, kepemimpinan dan manajemen bencana. Selanjutnya relawan wajib menggunakan kelengkapan keamanan standar  (Alat perlindungan diri/APD, seperti masker, sarung tangan, sepatu, dll); memiliki rencana perlindungan diri pribadi maupun tim; selalu dapat menjaga keamanan barang-barang miliki pribadi atau barang-barang operasional bencana; dan wajib diberikan asuransi oleh organisasi atau mengasuransikan dirinya secara pribadi.
Share With: